19 Februari 2026

Puskesmas Botania Kota Batam

Melayani Dari Hati

Kecacingan Pada Anak

Penyakit cacingan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi. Kelompok anak usia sekolah dasar adalah salah satu kelompok umur yang rentan terhadap penyakit-penyakit kekurangan gizi. Cacingan secara kumulatif pada manusia dapat menimbulkan kehilangan zat gizi berupa karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja. Kecacingan juga dapat menghambat perkembangan fisik. Kecacingan juga dapat menyebabkan menurunnya ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya.

Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing. Dimana dapat terjadi infestasi ringan maupun infestasi berat. Infeksi kecacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing kelas nematode usus khususnya yang penularan melalui tanah, diantaranya Ascaris lumbricoides, Trichuri strichiura, dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dan Strongyloides stercoralis.

Kecacingan jarang sekali menyebabkan kematian secara langsung, namun sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Kecacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderita sehingga secara ekonomi dapat menyebabkan banyak kerugian yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Infeksi cacing pada manusia dapat dipengaruhi oleh perilaku, lingkungan tempat tinggal dan manipulasinya terhadap lingkungan.

Penyakit cacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi karena semua nutrisi diserap oleh cacing akan membuat perkembangan mental dan fisik anak menjadi terganggu, membuat anak menjadi mudah sakit karena penurunan sistem imunitasnya, stunting atau fisik anak menjadi lebih pendek dan kecil dari teman seusianya, berkurangnya kecerdasaan anak serta pada beberapa kasus juga dapat menyebabkan kematian pada anak. Kematian anak akibat cacingan biasanya dikarenakan sudah terlalu banyaknya cacing di dalam tubuh si kecil, hingga membuat cacing berjelajah ke organ tubuh yang lain seperti paru-paru dan lainnya.

Gejala Cacingan:

  1. Kurang nafsu makan, lesu, perut buncit
  2. Kadang disertai gatal disekitar anus
  3. Nyeri perut, mual, muntah
  4. Diare atau sembelit
  5. Keluar cacing dari mulut atau dubur
  6. Berat badan menurun

Penularan:

  1. Makanan yang tidak higienis
  2. BAB sembarangan
  3. Kontak dengan tanah yang terdapat telur cacing

Mencegah Cacingan:

  1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  2. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  3. Buang aur besar di jamban
  4. Menjaga kebersihan makanan dari lalat dengan menutupnya dengan tudung saji
  5. Memakai alas kaki
  6. Minum obat cacing 6 bulan sekali

Program Pemberian Obat Pencegahan Massal Cacingan Untuk Anak Balita, Pra Sekolahdan Usia Ssekolah dasar:

  1. Pemerintah menetapkan Program Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan yaitu minum obat cacing bersama-sama 2x dalam setahun untuk anak balita, pra sekolah dan usia sekolah dasar
  2. Obat tersedia di Puskesmas GRATIS
  3. Obat cacing yang diberikan adalah Albendazole dengan dosis tunggal usia 12-23 bulan 200 mg dan usia 24 bulan – 12 tahun 400 mg
  4. Sebelum meminum obat cacing makan terlebih dahulu

Copyright ©Puskesmas Botania All rights reserved. | Newsphere by AF themes.